Blog

Keunikan dan Manfaat Buah Black Sapote

Buah Black Sapote

Keunikan dan Manfaat Buah Black Sapote-Buah black Sapote memiliki kulit berwarna hijau tua, saat Anda membelahnya daging buah black Sapote berwarna coklat pekat sedikit kehitaman. Saat sudah besar dan masak buah black Sapote berbentuk bulat dan  bisa mencapai diameter 5-10 cm dengan berat 70-100 gram/buah.

Selain bisa diolah menjadi berbagai hidangan seperti berbagai dessert lezat, kue dan pie, black Sapote juga bisa Anda makan langsung saat kondisi buah masih segar namun pastikan kondisi buah ini hingga benar-benar masak terlebih dahulu supaya daging buahnya mudah untuk diambil menggunakan sendok seperti saat menggeruk buah alpukat.

Buah Black Sapote memiliki rasa yang hampir mirip seperti puding cokelat yang manis, bertekstur kenyal dan lembut. Rasa manis yang tidak terlalu pekat ini sangat cocok untuk dikonsumsi orang yang sedang menjalani program diet namun ingin makan puding cokelat dengan manis yang ringan, tanpa kafein dan rendah kalori.

Manfaat Buah Black Sapote

Buah Black Sapote ini bisa dikatakan sebagai buah yang serbaguna. Selain bisa digunakan sebagai bahan makanan yang dijamin sehat, dikonsumsi secara langsung, Black Sapote juga menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh Anda. Antara lain:

  • Memiliki kandungan vitamin C dan rendah lemak
  • Dapat mengobati Insomnia
  • Memberikan nutrisi organ penglihatan
  • Dapat mengobati masalah kulit dan pernafasan
  • Dan Juga dapat sebagai sumber energi alami dan kandungan seratnya yang tinggi akan sangat baik untuk sistem pencernaan Anda.

Baca Juga: Bibit Black Sapote 70cm Unggul

Sekian Informasi tentang Keunikan dan Manfaat Buah Black Sapote, yang bisa kami sampaikan dan semoga bermanfaat.

 

Tanaman Buah Leci KOM/ Dwarf Luchee

Tanaman Buah Leci KOM/ Dwarf Luchee – dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah dengan buah berwarna merah dan rasanya manis serta berbiji kecil

Tanaman Leci Buah KOM/ Dwarf Luchee tergolong Istimewa dan berbeda dari tanaman leci jenis lain. Jikalau leci jenis lain hanya dapat tumbuh di dataran tinggi,  beda hal nya dengan leci Kom. Leci jenis ini mampu beradaptasi dan dapat tumbuh subur di dataran rendah. Leci KOM/ Dwarf Luchee adalah Tanaman leci dataran rendah yang berasal dari Cina Selatan yang bisa beradaptasi di dataran rendah dan panas

Di Indonesia di kenal juga sebagai leci, berbentuk bulat telur, buahnya serupa seperti buah kelengkeng tetapi berkulit merah serta kasar, tidak mulus seperti kelengkeng. tersusun dalam dompolan seperti rambutan. Buah leci kom memiliki rasa yang manis, dan nerbiji kecil serta Aroma buahnya harum, sangat khas hingga kerap di proses jadi sirup, juice, atau minuman pabrikan.

Menurut cerita Leci Kom ini dibawa oleh seorang saudagar asal Cina yang merapatkan kapalnya di Samut Songkhram Thailand. Famili Sapindaceae ini dulunya adalah buah kesukaan Yang Kuei Fei – seorang selir dari Kaisar Hsuan Tsung pada zaman dinasti Ming di Cina.

Pohon Leci KOM/ Dwarf Luchee ini bersosok pendek dan bertajuk kompak, cocok dengan namanya yang berarti kerdil. Terbukti tanaman disana yang berumur 20 tahun pun rata-rata hanya setinggi 4-5 meter saja. Tanaman Buah leci kom sendiri memiliki karakteristik Bentuk daunnya yang lonjong atau elips seperti daun kelengkeng namun agak keriting, Daun menyirip dan merupakan daun majemuk menyirip genap, Daun berwana kemerarahan dan setelah agak tua daun berwarana hijau mengkilap dan cerah.

Baca Juga: Bibit Leci KOM/ Dwarf Luchee 50cm Unggul

Sekian Informasi tentang Tanaman Buah Leci KOM/ Dwarf Luchee, yang bisa kami sampaikan dan semoga bermanfaat.

Tanaman Lada Perdu

 

Tanaman Lada Perdu – mudah dibudidayakan, memiliki nilai ekonomi yang tinggi, dan tidak memerlukan lahan yang luas

Kita pastinya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya merica. Rempah-rempah yang satu ini sangat sering digunakan untuk bumbu masakan. Sebenarnya anda juga bisa menanam sendiri. Salah satu Jenis Lada yang mudah dibudidayakan yaitu Lada Perdu.

Tanaman Lada Perdu sendiri sebetulnya merupakan variasi terbaru dari tanaman lada. Jika biasanya yang banyak kita gunakan adalah lada panjat, lada memiliki keunggulan berupa jarak tanam yang bisa lebih rapat dan tidak memerlukan tiang panjat dalam penanamannya. Dalam Proses Pemanenannya juga lebih mudah karena untuk melakukan pemanenan Anda tidak butuh menggunakan tangga, sebab tinggi lada perdu hanya dikisaran 90 cm hingga 120 cm. Kelebihan lain budidaya lada perdu adalah bisa dibudidayakan di lahan sempit atau di sekitar pekarangan rumah yang tidak begitu luas karena lada perdu dapat ditanam menggunakan pot atau polybag.

Buah merica atau lada perdu memiliki bentuk bulat-bulat kecil seperti buah buni. Satu renceng lada mengandung kira-ira 30-50 buah lada. Kulit lada yang masih muda berwarna hijau, namun jika sudah mulai tua, akan berubah menjadi warna orange.

Secara fisik, Pohon Lada perdu ini Termasuk jenis pohon perdu yang tumbuh dengan rimbun. Daunnya berbentuk mirip dengan daun sirih. Jika mulai berbuah, buah akan bergelantungan dari ketiak daun maupun ujung tangkai tanaman. Buah lada perdu saling bergerombol dalam satu barisan yang rapi.

Tanaman Lada Perdu merupakan jenis lada atau merica unggul yang berasal dari hasil kemajuan budidaya lada baik di skala nasional maupun internasional. Lahirnya lada perdu ini tidak terlepas dari tangan dingin Winters dan Muzik. Meraka berdua telah berhasil melakukan rekayasa perbanyakan vegetatif dengan cabang lateral atau cabang buah akan menghasilkan lada perdu.

Cara Menanam dan Merawat Bibit Lada Perdu

Dalam membudidayakan Tanaman lada perdu ini tergolong mudah, lada Perdu sangat cocok sangat ditanam di tanah tropis sehingga sangat cocok jika ditanam diIndonesia. Akan tetapi anda tetap harus merawat tanaman Lada perdu ini jikalau ingin tumbuh secara maksimal dan menghasilkan buah yang abanyak. Beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya yaitu:

  • Kondisi Lingkungan

Merica/Lada perdu menyukai tempat yang disinari dengan matahari secara penuh. Diperlukan media tanam berupa campuran tanah dan humus dengan perbandingan berturut-turut 2:1.

  • Penyiraman

Tanaman Lada disiram minimal satu kali dalam sehari.

  • Pemupukan

Berikan pupuk NPK dengan frekuensi 3 bulan sekali. Pemberian pupuk akan mempercepat proses pembuahan merica.

  • Panen

Buah lada akan bisa dipanen hanya dalam waktu 6-8 bulan setelah bibitnya ditanam. Sebelum masa panen, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu perawatan dan pengecekant terhadap keseluruhan tanaman. Sebab ketika mulai panen, lada sangat mudah mengalami jamuran atau busuk batang karena jamur. Sebaiknya Anda juga menyemprotkan fungisida secara rutin.

Demikianlah Informasi tentang Tanaman Lada Perdu, dan semoga bermanfaat.

 

Tanaman Lada Perdu

Tanaman Lada Perdu – mudah dibudidayakan, memiliki nilai ekonomi yang tinggi, dan tidak memerlukan lahan yang luas

Kita pastinya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya merica. Rempah-rempah yang satu ini sangat sering digunakan untuk bumbu masakan. Sebenarnya anda juga bisa menanam sendiri. Salah satu Jenis Lada yang mudah dibudidayakan yaitu Lada Perdu.

Tanaman Lada Perdu sendiri sebetulnya merupakan variasi terbaru dari tanaman lada. Jika biasanya yang banyak kita gunakan adalah lada panjat, lada memiliki keunggulan berupa jarak tanam yang bisa lebih rapat dan tidak memerlukan tiang panjat dalam penanamannya. Dalam Proses Pemanenannya juga lebih mudah karena untuk melakukan pemanenan Anda tidak butuh menggunakan tangga, sebab tinggi lada perdu hanya dikisaran 90 cm hingga 120 cm. Kelebihan lain budidaya lada perdu adalah bisa dibudidayakan di lahan sempit atau di sekitar pekarangan rumah yang tidak begitu luas karena lada perdu dapat ditanam menggunakan pot atau polybag.

Buah merica atau lada perdu memiliki bentuk bulat-bulat kecil seperti buah buni. Satu renceng lada mengandung kira-ira 30-50 buah lada. Kulit lada yang masih muda berwarna hijau, namun jika sudah mulai tua, akan berubah menjadi warna orange.

Secara fisik, Pohon Lada perdu ini Termasuk jenis pohon perdu yang tumbuh dengan rimbun. Daunnya berbentuk mirip dengan daun sirih. Jika mulai berbuah, buah akan bergelantungan dari ketiak daun maupun ujung tangkai tanaman. Buah lada perdu saling bergerombol dalam satu barisan yang rapi.

Tanaman Lada Perdu merupakan jenis lada atau merica unggul yang berasal dari hasil kemajuan budidaya lada baik di skala nasional maupun internasional. Lahirnya lada perdu ini tidak terlepas dari tangan dingin Winters dan Muzik. Meraka berdua telah berhasil melakukan rekayasa perbanyakan vegetatif dengan cabang lateral atau cabang buah akan menghasilkan lada perdu.

Cara Menanam dan Merawat Bibit Lada Perdu

Dalam membudidayakan Tanaman lada perdu ini tergolong mudah, lada Perdu sangat cocok sangat ditanam di tanah tropis sehingga sangat cocok jika ditanam diIndonesia. Akan tetapi anda tetap harus merawat tanaman Lada perdu ini jikalau ingin tumbuh secara maksimal dan menghasilkan buah yang abanyak. Beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya yaitu:

  • Kondisi Lingkungan

Merica/Lada perdu menyukai tempat yang disinari dengan matahari secara penuh. Diperlukan media tanam berupa campuran tanah dan humus dengan perbandingan berturut-turut 2:1.

  • Penyiraman

Tanaman Lada disiram minimal satu kali dalam sehari.

  • Pemupukan

Berikan pupuk NPK dengan frekuensi 3 bulan sekali. Pemberian pupuk akan mempercepat proses pembuahan merica.

  • Panen

Buah lada akan bisa dipanen hanya dalam waktu 6-8 bulan setelah bibitnya ditanam. Sebelum masa panen, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu perawatan dan pengecekant terhadap keseluruhan tanaman. Sebab ketika mulai panen, lada sangat mudah mengalami jamuran atau busuk batang karena jamur. Sebaiknya Anda juga menyemprotkan fungisida secara rutin.

Baca juga: Bibit Lada Perdu 30cm Unggul

Demikianlah Informasi tentang Tanaman Lada Perdu, dan semoga bermanfaat.

 

Tips Menanam Jeruk Siam di Dalam Pot

Tabulampot Tanaman Jeruk Siam

Tips Menanam Jeruk Siam di Dalam Pot-Jeruk siam merupakan salah satu varietas buah jeruk asal Thailand yang mampu mencuri hati masyarakat Indonesia. Bentuk buahnya yang mirip dengan jeruk keprok membuat mereka seringkali tertukar, atau bahkan dianggap sama. Padahal, sebenarnya banyak perbedaan khas dari masing-masing jenis jeruk tersebut. Jeruk siam memiliki daging buah yang aromanya lebih harum dan rasanya lebih manis. Selain itu, kulit jeruk siam jika anda perhatikan akan terasa lebih tipis bila dibandingkan dengan jeruk keprok.

Di Indonesia sudah banyak yang membudidayakan jeruk siam. Pohonnya yang dapat tumbuh baik di daerah dengan suhu 25-30 derajat celcius dan curah hujannya cukup, tentu sangat sesuai dengan iklim cuaca yang ada di Indonesia. Meskipun harga jual buah jeruk siam tidak tentu, namun mengingat peminatnya yang banyak dan bisa dibilang tak mengenal musim, membuat anda tidak perlu khawatir rugi bila ingin membudidayakan jeruk siam ini secara besar-besaran.

Tabulampot Jeruk Siam

Membudidayakan jeruk siam tidak melulu membutuhkan lahan yang luas. Bila anda mengalami keterbatasan lahan tanam, anda bisa menyiasatinya dengan menanam bibit jeruk siam dalam pot. Untuk menanam bibit jeruk siam dalam pot, anda bisa menggunakan pot atau wadah dengan ukuran diameter minimal 50 cm. Dengan menggunakan pot ukuran tersebut, anda tak perlu mengganti potnya hingga 2 tahun usia tanam. Bila pada bagian dasar pot anda tidak terdapat lubang drainase, cobalah buat dengan menggunakan bor listrik, karena keberadaan lubang drainase sangat penting. Bila tidak ada lubang drainase maka bisa menyebabkan air tergenang di media tanam dan akan menyebabkan pembusukan akar pohon jeruk anda.

Media tanam yang anda gunakan sebaiknya berupa tanah yang gembur, penuh unsur hara, dan mengandung tingkat keasaman 5,5 hingga 6,5. Tanah tersebut dicampur dengan pupuk kandang dan sekam menggunakan perbandingan 1 : 1 : 1. Bila media tanam sudah siap, kita bisa melakukan proses penanaman. Pada bagian dasar pot, tata pecahan genting atau bata hingga setinggi kurang lebih 5cm. hal ini membantu media tanam untuk tidak larut terbawa air penyiraman. Selanjutnya anda bisa memasukkan media tanam yang sudah dipersiapkan sebelumnya hingga terisi 1/3 bagian dari volume pot anda. Lepaskan bibit dari polybagnya dengan hati-hati supaya tidak menimbulkan kerusakan pada akar, lalu letakkan bibit di bagian tengah media tanam, tutup kembali dengan media tanam hingga menyisakan ruang sekiranya 3 cm di bawah bibir pot.

Pemberian tambahan nutrisi bisa anda lakukan setiap satu bulan sekali dengan memberi pupuk NPK yang ditambahkan pupuk urea dengan dosis masing-masing 25 gram. Penyiraman juga tak perlu dilakukan terlalu sering, karena pohon jeruk tidak membutuhkan banyak asupan air. Cukup setiap 3 hari sekali saja. Jangan lupa untuk meletakkan tabulampot jeruk siam anda di daerah dengan sinar matahari langsung, karena pohon jeruk membutuhkan minimal 5 jam sinar matahari setiap harinya.

Demikianlah Informasi tentang Tips Menanam Jeruk Siam di Dalam Pot , dan semoga bermanfaat.

 

Tips Menanam Tanaman Buah Matoa Agar Cepat Berbuah

Tips Menanam Tanaman Buah Matoa Agar Cepat Berbuah

Halo semua pada kesempatan kali ini kami ingin berbagi informasi Tips Menanam Tanaman Buah Matoa Agar Cepat Berbuah.

Buah Matoa memang masih belum begitu populer. Namun, rasanya yang khas perpaduan antara buah kelapa dan kelengkeng dengan tekstur yang halus, membuat penggemar buah Matoa dari hari kehari semakin bertambah banyak. Tidak heran, jika semakin banyak pula mereka yang membudidayakan tanaman yang berasal dari Papua ini.

Matoa yang memiliki nama Latin, Pometia Pinnata ini tergolong tanaman dengan pohon besar yang batangnya memiliki diameter rata-rata 100 cm dan memiliki tinggi rata-rata 18 meter. Matoa dapat tumbuh dengan subur di dataran rendah sampai dengan ketinggian 1200 mdpl dengan kondisi tanah yang memiliki lapisan tebal dan kering serta curah hujan yang tinggi atau lebih dari 1200 mm/tahun.

Untuk membudidayakan tanaman Matoa, dapat dilakukan dengan dua cara, yakni secara generatif dengan menanam bijinya atau dengan cara vegetatif lewat pencangkokan batang. Kedua cara tersebut masing-masing memiliki kelebihan sekaligus kekurangan. Namun, pencangkokan batang merupakan cara yang terbaik jika ingin tanaman Matoa dapat cepat berbuat dengan rasa buah yang sama dengan pohon induknya.

Inilah beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam membudidayakan tanaman Matoa, agar pohonnya dapat cepat berbuah:

Menyiapkan Bibit

Karena cara vegetatif akan menghasilkan buah dengan kualitas yang sama dengan buah yang dihasilkan pohon induk, maka pilih pohon induk yang memiliki buah berkualitas super. Selanjutnya, buat cangkokan pada cabang yang tidak terlalu muda tapi juga tidak terlalu tua, dengan cara menyayat kulit cabang serta menghilangkan kambiumnya. Tutuplah sayatan tersebut dengan tanah dan bungkus dengan sabut kelapa. Jika kesulitan mencari sabut kelapa, dapat diganti dengan plastik, hanya saja hasil cangkokan tidak sebaik menggunakan sabut kelapa. Sirami secara rutin hingga cangkokan tersebut mengeluarkan akar. Setelah akar keluar, potong dan pindahkan ke dalam polybag yang berisi campuran tanah dengan kompos atau pupuk kandang. Rawat sebaik mungkin bibit tersebut hingga akar yang tumbuh semakin banyak dan bibit memperlihatkan tanda-tanda pertumbuhan.

Buat Lubang Tanam

Tanaman Matoa sebenarnya dapat ditanam di dalam pot besar atau potongan drum. Jika dijadikan sebagai tabulampot (tanaman buah dalam pot), maka pot atau potongan drum harus diisi dengan tanah dan kompos atau pupuk kandang dengan rasio perbandingan 2:1, 2 bagian untuk tanah dan 1 bagian untuk kompos atau pupuk kandang.

Namun, sebaik apapun perawatan yang dilakukan pada tabulampot, hasil buahnya tidak akan dapat maksimal sebagaimana kalau ditanam secara langsung di tanah. Untuk penanaman secara langsung di tanah, siapkan terlebih dahulu lubang berukuran 50 x 50 cm2, dengan kedalaman 50 – 60 cm. Masukkan kompos atau pupuk kandang ke dalam lubang hingga 2/3 bagiannya terisi. Agar pupuk kandang dapat meresap dengan sempurna ke dalam tanah, biarkan hingga 1 bulan lamanya sebelum siap untuk ditanami.

Penanaman

Pastikan bibit Matoa yang ditanam di polybag memiliki ketinggian tidak kurang dari 50 cm sebelum dipindah ke lahan tanam, sebab jika ukurannya terlalu kecil, akan rentan terserang penyakit. Untuk proses penanaman, baik yang dilakukan dalam pot maupun secara langsung di tanah, buka polybag secara perlahan dan jangan sampai merusak akar bibit, selanjutnya masukkan ke dalam pot atau lubang tanam dan timbun serta padatkan secara perlahan. Setelah proses penanaman selesai, siram dengan air secukupnya.

Perawatan

Selama masa pertumbuhan, jika ada bibit yang mati, segera lakukan penyulaman atau mengganti dengan bibit yang baru. Bersihkan gulma dan rumput-rumput yang ada di sekitar pohon, serta lakukan pemupukan setiap bulan sekali dengan menggunakan kompos atau pupuk kandang.

Jika usia tanaman Matoa sudah mencapai 3 tahun sejak masa tanam, lakukan pemangkasan, agar pohon menghasilkan banyak cabang. Sebab dengan cabang yang banyak, buah yang dihasilkan akan lebih berlipat.

Matoa dengan bibit hasil cangkokan, akan mulai berbuah pada umur 4 tahun. Sejak keluarnya bunga hingga menjadi buah yang siap dipanen, butuh waktu sekitar 2 bulan. Cara memanen buah Matoa dilakukan dengan memotong tangkai buah menggunakan p;isau atau gunting yang tajam.

Baca juga: Bibit Matoa 70cm Unggul

Sekian Informasi tentang Tips Menanam Tanaman Buah Matoa Agar Cepat Berbuah, dan semoga bermanfaat.

Cara Budidaya Tanaman Kelapa Kopyor Agar Berbuah Lebat

Cara Budidaya Tanaman Kelapa Kopyor Agar Berbuah Lebat

Saya yakin anda pasti dengan tanaman kelapa. Tanaman ini sering kita jumpai dikebun-kebun atau di pekarangan rumah. Buah kelapa yang masih muda sering dijadikan es kelapa muda yang jikalau kita minum rasanya enak dan menyegarkan. Tetapi apakah anda apakah anda tahu tentang kelapa kopyor?

Buah Kelapa Kopyor sebenarnya merupakan buah abnormal atau kelainan genetik pada buah kelapa. Kelapa biasa, daging buahnya melekat pada tempurung dan terpisah dari air kelapa. Pada Kelapa Kopyor, daging buah tidak melekat pada tempurung melainkan tercampur pada air kelapa. Hingga apabila kelapa kopyor diguncang-guncang, maka suara yang ditimbulkannya sangat khas, beda dengan kelapa biasa dan akan terdengar bunyi seolah buah kelapa tersebut bukan terisi air tetapi terisi pasir. Sifat ini merupakan hasil mutasi spontan di bagian mayang yang bersifat setempat (biasa dikenal dalam botani sebagai chimera). Perubahan sifat ini dapat terjadi pada saat setelah pembuahan atau bahkan sebelumnya. Karena daging buahnya tidak melekat pada tempurung, maka selulosa (serat kasar) pada daging buah kelapa kopyor juga tidak terbentuk. Hingga tekstur daging buah Kelapa Kopyor tetap lunak dan lembut. Karenanya banyak orang yang mengira, bahwa kelapa kopyor adalah kelapa muda. Padahal Buah Kelapa Kopyor justru dipetik setelah tua. Semua jenis kelapa, baik kelapa genjah maupun dalam, sama-sama berpeluang untuk menjadi kopyor.

Sebab terjadinya  Kelapa Kopyor adalah proses genetik. Ada kelainan genetik pada individu tanaman Kelapa Kopyor, hingga proses melekatnya daging buah pada tempurung kelapa tidak terjadi. Kalainan genetik ini pada mulanya terjadi, kemungkinan besar akibat pengaruh nutrisi, agroklimat, sinar matahari, serangan penyakit dll. Namun kelainan itu kemudian menjadi menetap, hingga sifat genetiknya bisa diturunkan pada generasi berikutnya.

Ada beberapa tips atau Cara Budidaya Tanaman Kelapa Kopyor Agar Berbuah Lebat, yang perlu perhatikan diantanya adalah

  • Perbanyakan

Biasanya perbanyakan dilakukan secara generatif, yaitu kelapa kopyor dapat diperoleh melalui cara penanaman kembali buah kelapa normal yang dijadikan sebagai bibit dari pohon kelapa yang berbuah kopyor. Namun cara ini kurang efektif karena jenis buah kelapa kopyor dalam satu pohon yang dihasilkan sangat sedikit.

Cara modern yang telah dilakukan adalah perbanyakan secara in vitro. Cara ini dengan menumbuhkan embrio dari buah kopyor pada media tumbuh buatan dalam kondisi aseptik di laboratorium. Tanaman yang dihasilkan dengan cara ini akan menghasilkan 90% hingga 100% buah kopyor. Sebenarnya cara ini sudah dilakukan oleh Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI) dan hasil bibitnya juga sudah dipasarkan sehingga dapat dimanfaatkan oleh para pembudidaya. Tanaman kelapa kopyor yang di perbanyak dengan cara in vitro sduah banyak di tanam di Ciomas (Bogor), Riau, dan Kalimantan Timur.

  • Penanaman

Jika Anda menanam kelapa dari bibit perlu diperhatikan proses penanamannya, terutama saat pemindahan bibit ke lahan atau kebun. Pada kasus pemindahan bibit kelapa kopyor yang terlalu muda atau kurang dari 8 bulan akan memiliki resiko kematian bibit. Sedangkan pemindahan bibit kelapa kopyor yang terlalu tua atau lebih dari 1 tahun akan berisiko mengalami stagnasi (berhenti tumbuh sementara) sehingga menghambat pertumbuhan. Maka dari itu bibit kelapa kopyor yang ideal untuk ditanam adalah  yang berumur delapan bulan sampai satu tahun.

Ada baiknya juga, bibit kelapa kopyor ditanam di areal yang tidak berdekatan dengan kelapa biasa, minimal jarak 500 meter. Untuk mencapai produksi maksimal disarankan pula ditanam pada lahan dengan ketinggian di bawah 200 meter dan jarak tanam yang dipakai  9 meter x 9 meter, atau 10 meter x 10 meter dengan pola segitiga. Populasi pohon antara 100-140 pohon per hektar.

  • Waktu Penanaman yang Tepat

Waktu yang bisa dibilang tepat untuk mulai membudidayakan kelapa kopyor adalah saat perpindahan musim penghujan ke musim kemarau. Hal ini karena ketika musim penghujan, kadar air di dalam tanah sangat cukup dan dapat mengangkut semua unsur hara yang ada di dalam tanah ke tanaman. Ketika musim beranjak ke musim kemarau, tingkat cahaya matahari akan meningkat. Waktu inilah yang paling disukai oleh pohon untuk mengembangkan tunasnya. Jadi menanam bibit kelapa kopyor sebaiknya berada di akhir musim penghujan dan mendekati musim kemarau.

  • Pemeliharaan

Pemeliharaan penting dilakukan saat setelah penanaman bibit. Pemeliharaan dilakukan dengan memberi pupu pada lubang tanam dengan kompos atau pupuk kandang. Pupuk ini akan menunjang pertumbuhan bibit karena akan menyediakan nutrisi dan zat-zat tumbuh. Selain itu usahakan bibit mendapat intensitas cahaya matahari sekitar 50%. Selanjutnya adalah menjaga agar lingkungan tidak kering dengan menyiramnya. Namun jika pohon sudah tumbuh dan daun sudah mekar maka tidak perlu perawatan intensif lagi.

Salah satu tantangan dalam budidaya kelapa kopyor adalah hama kumbang, atau kebanyakan orang Jawa menyebutnya “kuwawung”. Hama menyerang dengan menggerogoti pohon hingga buah sehingga sangat mengganggu produktivitas. Untuk mengendalikan hama ini atau lainnya dapat menggunakan insektisida secukupnya.

Sekian Informasi tentang Cara Budidaya Tanaman Kelapa Kopyor Agar Berbuah Lebat, dan semoga bermanfaat.

Baca Juga: Bibit Kelapa Kopyor 70cm Unggul